Tadi sore saya melihat selebaran promosi sebuah jaringan minimarket ketika hendak berangkat ke ATM (Artos Tina Mesin). Yang menarik perhatian saya adalah adanya promosi dari minimarket tersebut yang menawarkan suatu barang dengan pembelian suatu produk obat. Sebenarnya cara promosi semacam itu wajar saja, dan lazim dilakukan. Namun akan menjadi berbeda jika yang dijadikan sarana promosi tersebut adalah produk obat-obatan.
Obat memang komoditas khusus yang memiliki aturan-aturan tertentu yang tidak bisa disamakan dengan sembarang komoditas. Iklan obat misalnya, tidak boleh menjanjikan hadiah langsung berupa barang maupun jasa. Memangnya kenapa?
Salah satu alasannya adalah jangan-jangan obat dibeli bukan karena benar-benar diperlukan tapi hanya mengincar hadiahnya. Akibatnya penggunaan obat dapat menjadi tidak rasional.
Padahal penggunaan obat itu mestilah tepat jumlahnya. Tidak berlebihan, dan tidak pula kekurangan. Sekali lagi, obat memang mesti digunakan sesuai aturan.
Jadi jika suatu ketika di suatu pagi yang cerah anda ditawari “Beli Obat Berhadiah Gelas Cantik, Mau?”, anda tentu tahu apa yang harus anda lakukan.
0 Responses to “Beli Obat Berhadiah Gelas Cantik, Mau?”