Archive for Juli, 2009

Penyakit Satu Truk

Seorang pasien bertanya kepada dokter yang memeriksanya.
Paijo : “Apa penyakit saya Dok..?”
Dokter : “Stroke.”
Paijo : “Wah, Masa sih dok? Penyakit saya sampai satu truk.”
Dokter : “!&%$*@!”

Terkadang menjelaskan mengenai penyakit yang diderita pasien memang tidak mudah. Bagaimana menjelaskan apa yang terjadi dalam tubuh pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Tenaga kesehatan mungkin tidak sadar menggunakan istilah yang tak dipahami pasien yang awam dalam pengobatan. Karena itu pasien mestilah aktif bertanya, karena bertanya adalah hak pasien. Meski tidak bermaksud buruk, boleh jadi tenaga kesehatan tidak sadar menggunakan bahasa yang ’terlalu tinggi’ untuk pasien. Ketika itu terjadi, inisiatif pasien sangat diperlukan untuk aktif menggali informasi. Pada akhirnya pasien juga yang akan mendapat manfaat dari proses terapi yang berjalan optimal, bukan begitu?

Jaka Sembung Bawa Golok, Nggak Nyambung Dok

Nyonya Laras rajin memeriksakan kesehatannya ke dokter setiap minggu. Suatu hari dia datang ke dokter dengan membawa keluhan yang aneh.

Nyonya Laras : “Dokter, kenapa ya? setiap saya batuk, suara batuk saya menjadi kecil bahkan tidak terdengar! apa ada yang salah dengan diri saya?”
Dokter : (Hanya mengangguk sambil menulis resep, dan tak lama kemudian) “Nyonya ini resepnya, obatnya bisa dibeli di apotek sebelah!”
Nyonya Laras :
Obat apa ini sebenarnya, Dok?”
Dokter : (dengan santai) “Tenang bu. Obat itu akan membuat suara batuk Ibu semakin keras, supaya terdengar oleh telinga ibu”
Nyonya Laras : “!?

Bagaimana menurut anda tindakan oknum dokter di atas?

Nggak nyambung, bukan? Nah, terkadang ada juga lho, tindakan yang tidak nyambung tapi sering terjadi di pelayanan kesehatan kita. Misalnya saja penggunaan antibiotik untuk mengobati flu. Antibiotik adalah untuk membasmi bakteri, sementara flu disebabkan oleh virus. Tidak nyambung bukan?

Meski memang terkadang antibiotik diperlukan jika terdapat dugaan ada bakteri yang menumpang lewat sewaktu tubuh diserang virus. Tapi tidak semua kasus flu perlu diterapi dengan antibiotik. Di Indonesia, penggunaan antibiotik sudah semakin tidak rasional sehingga banyak timbul masalah resistensi. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu masalah baru dari sekedar resistensi. Jadi gunakanlah obat sesuai aturan.