Apotek Dag Dig Dug

Sarana Pelayanan Kefarmasian di Dunia Maya

Ternyata Susu Bermelamin Tetap Aman (menurut FDA)  

Asalkan kadarnya di bawah satu ppm (part per million) pada susu formula bayi, menurut FDA (BPOMnya Amerika) melamin tidak menimbulkan masalah serius. Seperti diulas di sini, batasan kadar ini hanya berlaku untuk melamin saja, tanpa keberadaan asam sianurat (suatu produk sampingan dari melamin). Kedua senyawa kimia tersebut, dapat bergabung membentuk kristal di urin dan menyebabkan kerusakan ginjal. Sedikit bertentangan dengan pernyataan mereka sebulan lalu di sini, dimana mereka menyatakan bahwa tak ada batas aman bagi melamin di susu formula.

(curiga mode)

FYI, Sekitar seminggu sebelumnya, mereka menemukan melamin pada salah satu produk negara tersebut. Tapi kadarnya di bawah satu ppm dan … akhirnya mereka mengeluarkan pernyataan seperti di atas. Hmm…

Ide tulisan dari sini

The article has

2 responses

Written by Fajar Rp

Desember 3rd, 2008 at 2:08 pm

Posted in Apotek Dagdigdug

Pil Baru dari Philips, Pintar dan Mahal  

Kini, pil obat yang biasa kita minum boleh jadi menjadi semakin pintar, selain juga semakin mahal. Baru-baru ini, Philips meluncurkan press release tentang inovasi terbarunya yakni pil pintar yang dilengkapi mikroprosesor, baterai, radio nirkabel, pompa dan wadah obat yang akan melepaskan obat di tempat yang diinginkan. Konon harganya bisa mencapai 1000 $ saat pertama kali diluncurkan (silahkan konversi ke rupiah, saya ngga tega..).

Tapi mengamati kemajuan teknologi pengobatan, saya malah sedikit khawatir. Boleh jadi orang-orang menjadi semakin menyederhanakan persoalan, menggampangkan penggunaan obat. Solusi yang diharapkan adalah semua yang serba instan. Saya khawatir karena semakin berkhasiat suatu obat biasanya juga efek sampingnya jika digunakan sembarangan akan semakin besar. Maka, gunakanlah obat sesuai aturan

The article has

2 responses

Written by Fajar Rp

Nopember 27th, 2008 at 3:28 pm

Posted in Apotek Dagdigdug

Cantik, Bukan Ku Ingin Mengganggumu  

Cuma mau berbagi wacana sedikit.

Lihat di Metro TV Rabu ini (26 November 2008), BPOM menarik 27 kosmetik berbahaya karena mengandung bahan yang dilarang. Setelah formalin, melamin, serta bahan kimia dalam jamu; kini konsumen di Indonesia dihadang masalah ini. Entah dimana akar permasalahannya? Sanksi yang relatif ringan? Pemerintah yang kurang sigap dan tegas? Produsen yang terlampau seenaknya melanggar peraturan? Atau konsumen yang belum sepenuhnya paham dan mengerti mengenai pentingnya prinsip sederhana “teliti sebelum membeli”?

Susah juga kalau niat hati ingin mempercantik diri tapi malah terjerumus pada produk-produk beresiko tinggi. Jadi apa yang mesti dilakukan?

The article has

2 responses

Written by Fajar Rp

Nopember 26th, 2008 at 2:45 pm

Posted in Apotek Dagdigdug

Kau adalah Darahku, Lengkapi Hidupku  

Sekali waktu, seorang kawan bertanya. Ia baru saja menjalani pemeriksaan laboratorium, kadar hemoglobinnya rendah lalu kadar leukositnya tinggi. Ia menanyakan arti dari hasil pemeriksaan itu pada saya.

Secara sederhana, kadar hemoglobin yang rendah merupakan gejala anemia yang biasanya terwujud dalam bentuk kelelahan fisik. Sementara kadar leukosit (sel darah putih) yang tinggi bisa menunjukkan bahwa dalam tubuh sedang terjadi pertempuran melawan bakteri, atau dengan kata lain tubuh sedang mengalami infeksi. Namun bagaimanapun, dokter lebih memiliki kompetensi untuk menerjemahkan hasil pemeriksaan ke dalam diagnosis klinis. Teman saya pun bertanya pada saya karena tidak mendapat penjelasan memuaskan (mungkin karena sungkan bertanya).

Darah beserta komponennya memang dapat menjadi salah satu pertanda dari suatu kelainan dalam tubuh. Jika terdapat kekurangan atau kelebihan dari suatu komponen darah, maka bisa diduga sedang terjadi suatu kelainan.

The article has

no responses yet

Written by Fajar Rp

Nopember 26th, 2008 at 8:42 am

Posted in Apotek Dagdigdug

Obat-obat Resep yang Mempengaruhi Gaya Hidup  

Disadari atau tidak, obat-obat resep tidak saja mampu memberi pengaruh pada tubuh secara fisiologis, tetapi juga memiliki pengaruh pada gaya hidup. Sebagaimana tertulis di semua kemasan obat resep, golongan obat ini tidak boleh digunakan kecuali dengan resep dokter.

Sejak dipisahkan oleh Raja Jerman Frederick II pada tahun 1240, obat-obatan telah berkembang begitu rupa menjadi sedemikian kompleks dan bervariasi. Keunggulan teknologi juga membuat keampuhan obat menjadi semakin fenomenal, sayangnya karena begitu efektifnya khasiat obat, penggunaannya menjadi cenderung semakin marak. Padahal penggunaan obat sebaiknya hanya dilakukan dengan cara yang tepat, sedikit atau berlebih, akan berakibat fatal.

Salah satu contoh penggunaan obat yang tidak tepat adalah penggunaan obat resep tanpa resep. Beberapa obat (yang termasuk obat wajib apotek) memang dapat digunakan tanpa resep, tetapi pada umumnya obat resep harus digunakan dengan resep. Mekanisme ini sejatinya dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pasien dari resiko penggunaan obat yang tidak tepat. Sebuah peralatan canggih dapat membahayakan jika dioperasikan oleh yang bukan ahlinya.

Obat-obat ini dapat berpengaruh pada gaya hidup, dalam hal terlalu menyederhanakan cara penggunaan obat (kapan dan bila mana obat resep digunakan). Misalnya tidak mengatur gaya hidup seperti pola makan tapi hanya menggantungkan pada obat. Padahal penyakit masa kini semakin kompleks dan pengobatan pun seiring dengan itu semakin berkembang. Masalah akan timbul ketika obat tidak digunakan sebagaimana mestinya. Serahkanlah sesuatu kepada ahlinya.

The article has

2 responses

Written by Fajar Rp

Nopember 25th, 2008 at 12:01 pm

Posted in Apotek Dagdigdug