Nulis Blog Terbitlah Buku

Dari mana datangnya buku?
Dari mana sumber inspirasi, bahan referensi serta segala hal terkait literasi yang kemudian tersusun menjadi sebuah buku?

Dari mana saja. Termasuk dari coret-coret catatan harian, atau mungkin yang lebih hi-tech, dari blog.

Blog ini pun bisa jadi buku, katanya begitu. Berkenaan dengan ada even dari Leutika Prio yang mencoba memfasilitasi semacam lomba seperti itu. Blog apa saja, tidak ada batasan dalam hal ini.

Caranya mudah pula :
1. Tulis tentang event ini beserta logo event di blogmu dengan bahasamu sendiri, diberi tag #bookyourblog
2. Pasang link website http://www.leutikaprio.com/ di blog kamu (di blog scroll)
3. Kirimkan alamat blog kamu ke eventleutika@hotmail.com
4. Tulis sinopsis blog kamu dalam 250 kata Ms Word. Sertakan nama, nama pena, TTL, alamat, no handphone, alamat e-mail, akun FB, akun twitter. Kemudian attach file ke dalam e-mail.
5. Tulis “Book Your Blog” di judul e-mail.

Leutika Prio ini sendiri adalah lini self publishing dari Leutika Publisher yang menyediakan berbagai macam paket penerbitan dengan sistem mudah dan harga terjangkau.

Buat pemenang, isi blog-nya akan dibukukan dan diterbitkan gratis oleh Leutika Prio Self Publishing, serta dipasarkan secara online. Para penulis tidak perlu repot membuat cover, mengurus ISBN, dan teknis buku lainnya karena Leutika Prio menyediakan layanan edit aksara, cover, layout, ISBN dan konsultasi yang telah disusun pada paket-paket penerbitannya. Penulis juga tetap mendapatkan royalti sebesar 15% dari harga produksi. Tertarik? Saya sih iya.

Deadline : 30 September 2011
http://www.leutikaprio.com/
Twitter: @leutikaprio
http://www.facebook.com/leutikaprio

1 Komentar

Semua Obat Adalah Keong eh Racun

Suatu pagi di sebuah ruangan kelas, seorang siswi bertanya tentang mengapa bahan kimia seperti MSG yang dapat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan, masih diperbolehkan beredar.

Saya menjawabnya dengan merujuk pada ucapan Paracelsus. Dosis sola facit venenum. Yang kira-kira artinya menyatakan bahwa semua zat itu berbahaya bergantung pada dosisnya. Ya begitulah, obat-obat herbal pun dapat berbahaya jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

Saya pun menambahkan bahwa sebenarnya untuk bahan-bahan tertentu ada pembatasan, yakni pada batas maksimal yang diperbolehkan. Sehingga jika bahan-bahan kimia tersebut dikonsumsi, tidak menimbulkan efek samping yang merugikan karena jumlahnya masih dalam rentang batas aman.

Jadi pada dasarnya, obat adalah suatu zat yang mestilah digunakan sesuai aturan. Dan yang perlu dipahami bahwa semua zat (bahkan obat) dapat menjadi racun yang merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Dipublikasi di 1 | 4 Komentar

Kepada Siapa Anda Bertanya?

Dalam hidup sehari-hari kita perlu mengatur rencana pengeluaran, termasuk pengeluaran dalam pembiayaan kesehatan. Banyak yang perlu dipertimbangkan sehingga harus pintar-pintar mengukur kebutuhan, misalnya apakah benar-benar membutuhkan suplemen tertentu atau tidak.

Tak selamanya orang sakit perlu minum obat. Sebagian penyakit ringan akan sembuh tanpa diobati. Jika digunakan sembarangan, obat malah dapat menjadi racun. Mengetahui kapan mesti minum obat atau bagaimana mencegah penyakit dapat membantu menghemat pengeluaran biaya kesehatan. Adalah baik bersikap rasional dalam penggunaan obat. Jika anda berkenan, anda dapat memilih obat generik berlogo yang sejatinya hanya berbeda kemasan dan merek dengan obat generik bermerek.

Jika kebetulan sedang mampir ke apotek, jangan ragu bertanya pada apoteker. Anda mungkin bahkan sebenarnya tidak perlu membeli obat Pernahkah anda mengalami hal seperti ini?


miconazole salep buat gatal karena jamur, bentuk tabletnya apa ya?
apa itu amilase, protease, lipase, asam desoksilat, dimetil polisiloksan?
mual trus ulu ati sakit, makanan keluar lagi dari mulut, obatnya apa?
cetirizin dihidroklorida 2 kapsul/hari, amankah?
1x sehari, incidal OD, tanpa itu gatal2 lagi, bagusnya gimana?
obat rematik apa ya?
kena alergi karena makanan?

Kepada siapa anda bertanya?

Dipublikasi di 1 | 3 Komentar

Mengapa Saya Diberi Obat Ini?

Dulu saya sempat menganjurkan agar pasien tak sungkan bertanya tentang obat. Tapi kemudian saya sadar bahwa satu obat dapat digunakan untuk penyakit yang berbeda. Jadi mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah bukan ‘ini obat apa sih’ tapi ‘mengapa’. Mengapa saya diberi obat ini?
Terkadang beberapa obat digunakan secara off label yakni efek sampingnya yang dimanfaatkan jadi terkadang tidak selalu tepat untuk bertanya ini obat apa tanpa mempelajari kondisi pasien yang diberi obat tersebut.

Dipublikasi di 1 | 2 Komentar

Antara Dua GG

Jika anda membeli GG di dua tempat yang berbeda, anda akan mendapat dua benda yang berbeda. Di apotek, GG biasa dikaitkan dengan gliseril guaiakolat, suatu golongan obat batuk. Sementara di tempat lain, boleh jadi jika anda membeli GG, anda disodori sebungkus rokok, yang justru dapat memicu batuk.

Beberapa minggu terakhir sempat muncul wacana penghapusan jaminan kesehatan gakin bagi perokok. Agak-agak kontroversial memang, namun miris juga mengingat sebagian besar perokok adalah warga miskin. Usulan ini didukung oleh UGM.

Terlepas dari kontroversi tepatkah rencana pencabutan jaminan kesehatan bagi perokok. Perlu diketahui bahwa gejala berarti pada perokok biasanya baru terasa setelah 10 tahun saat mulai merokok.

Dipublikasi di 1 | 1 Komentar